Senin, 14 Maret 2016

Ada Apa dengan Hatiku?

Diposting oleh Rahayu Ni'mal Maulaty di Senin, Maret 14, 2016 0 komentar

Hai..
Aku kembali menulis lagi di sini.
Setelah sekian lamanya aku tidak mampir ke sini karena hari-hariku yang hampir selalu sibuk.
Atau karena aku terlalu nyaman dengan seseorang?
Hmm...
Entahlah...

Aku bimbang...

Ya, aku mulai merasa nyaman dengan seseorang.
Kau pasti tahu siapa yang aku maksud, jika kau sering membaca tulisanku.

Aku merasa nyaman dengan sahabatku sendiri.
Sejujurnya, selama ini, seumurku yang sudah menginjak 20 tahun ini.
Baru kali ini aku merasa sangat nyaman dengan seseorang.
Dia selalu ada untukku saat aku memang membutuhkan kehadirannya, suka atau duka.
Dia bisa menutupi kekuranganku yang terlalu banyak ini.
Dia hebat, dia selalu menginspirasiku.
Dia adalah sosok yang sangat-sangat ku kagumi.
Dia dewasa dan dia berbeda.

Tapi...
Dia adalah sahabatku.
Dan janjiku adalah untuk tidak mengubah status itu.
Aku tak mau kehilangan sosoknya hanya karena perasaanku berubah.
Aku tak mau terbawa perasaan.
Entah aku harus apa.
Entah apakah dia juga merasakan yang sama.
Kalaupun memang sama, aku pun mau kita tetap bersahabat.
Aku tak mau mengatasnamakan ini semua dengan hal yang bernama cinta sesaat.

Cinta sesaat akan berakhir seiring jalannya waktu, tapi persahabatan tidak demikian.
Aku tak mau status kami berubah.
Aku ingin selalu tetap dekat dengannya
Aku tak mau dia seperti yang lainnya.
Ya, yang lainnya selalu meninggalkanku.

Aku hanya ingin bertanya saat ini, ada apa dengan hatiku?
Aku mohon, jangan pernah berubah...
Aku berjanji akan terus menjaga perasaanku.
Ini hanya masalah waktu, bukan?
Aku harap begitu.

Kamis, 11 Februari 2016

Kau Hebat, Sahabat☺

Diposting oleh Rahayu Ni'mal Maulaty di Kamis, Februari 11, 2016 0 komentar

Hai sahabat...
Iya kamu...
Kamu satu-satunya orang yang ku panggil sahabat...

Kau tahu, saat aku menulis ini, aku sedang menunggu adzan Isya tiba.
Aku sudah menunaikan beberapa ibadahku.
Setelah selesai, entah mengapa namamu di pikiranku lagi.
Aku merenungi semua yang kau bicarakan saat kita bertemu.

Ku akui, kau memang sangat cerdas.
Bahkan sejak saat kita pertama kali kenal pun.
Aku sudah tahu bahwa kau sangat cerdas dan sampai saat ini tak berubah.
Aku kagum denganmu.
Bahkan aku iri.
Mengapa pikiranku tak pernah bisa se-dewasa dirimu.

Kau berpikiran luas.
Mungkin itu sebabnya, kadang kau tak mengerti hal-hal yang sempit.
Tapi bukankah itu tanda orang yang sangat cerdas?
Kau selalu bisa mengubah hidupku dengan pandanganmu.
Diam-diam, aku merekam semua yang kau bicarakan di dalam otakku.
Tak semua orang bisa berpikiran sepertimu.
Dan aku merasa selalu rendah di hadapanmu.
Sangat rendah bahkan.

Kau juga mandiri.
Kau tinggal diperantauan.
Tanpa orang tua.
Kau bahkan bisa menghasilkan uang sendiri dengan usahamu.
Kau bisa memasak.
Sedangkan aku?
Aku memang sangat rendah.
Aku merasa tidak pantas berada di sampingmu, sahabat.

Maafkan aku, aku sering marah padamu.
Bahkan untuk hal-hal yang sepele.
Mungkin karena itu kau belum percaya padaku sepenuhnya.
Tapi aku ingin kau anggap.
Aku ingin menjadi orang yang kau percaya.
Aku membutuhkanmu, dan ku harap kau merasakannya juga.

Sahabat,
Aku bangga padamu.
Sangat bangga.
Semoga kau tak malu punya sahabat sepertiku.

Tetap berjuang.
Semoga kesuksesan berpihak padamu.
Jangan lupakan Allah di sela-sela kegiatanmu.
Aku bahagia memilikimu, sahabat.
Terima kasih sudah membuatku banyak belajar.
Maafkan kesalahanku selama aku menjadi sahabatmu.

Aku sangat kagum padamu.
Kau hebat, sahabat.

Untukmu (H), sahabatku ☺

 

Lala's Blog Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez