Selasa, 27 Oktober 2015

Jauh

Diposting oleh Rahayu Ni'mal Maulaty di Selasa, Oktober 27, 2015 0 komentar

"Setiap kali ku tatap dirimu. Kau buatku sadar akan sesuatu. Kalau bayang diri ini tak pernah ada di kedua matamu." - Afgan, Jauh.

Kamu memang terasa jauh.
Bahkan sangat-sangat jauh.
Seperti yang ku bilang berkali-kali.
Bukan jarak yang membuat kita jauh.
Tapi ini tentang hati.

Tak banyak yang mungkin bisa aku ungkapkan.
Aku tak berhak menghakimi bahwa kamu bersalah atas apa yang aku rasakan.
Kamu baik, tapi karenamu, aku yang menjadi tidak baik.

Jika cinta memang membuat buta.
Ya, aku mulai merasakan itu.
Setelah aku jatuh cinta padamu.
Aku tidak melihat cela sedikitpun dari pribadimu.
Kamu selalu terlihat baik di mataku, walau sudah berkali-kali aku sakit karena acuhmu, sikapmu, ragamu.
Semua tentangmu.

Kamu seakan tidak bisa ku sentuh.
Kamu seakan terlalu jauh untukku.
Jika aku boleh meminta, aku ingin kamu terhapus dari pikiran dan hatiku.

Salahkah aku jika selalu mengeluh tentangmu di dalam setiap goresan di sini, di tulisan ini?
Hanya lewat tulisan ini, aku bisa mengungkapkan semua.
Walau kamu tak pernah tahu.

Maafkan aku yang terlalu berlebihan mempunyai perasaan terhadapmu.
Aku harap kita sama-sama bahagia dengan takdir kita.

Setidaknya aku ingin bersyukur kepadamu karena kamu telah banyak memberi kebaikan bagiku.

Dan jika kamu kelak menjadi jodohku, kamu pasti akan datang padaku tanpa aku mengejarmu.
Untuk saat ini, kamu masih terlalu jauh untukku.
Biarlah aku diam tanpa suara.
Aku ingin melepasmu dulu sampai jawaban dari-Nya datang di waktu yang tepat.

Dari hatiku, untukmu.

27 Oktober 2015

Minggu, 25 Oktober 2015

Kamu

Diposting oleh Rahayu Ni'mal Maulaty di Minggu, Oktober 25, 2015 0 komentar

Kamu itu susah ditebak.
Kadang kamu ada, kadang kamu hilang.
Kadang kamu menyenangkan, kadang kamu menyakitkan.

Aku mulai bingung dengan apa yang kurasakan denganmu.
Berkali-kali hatiku diserang perasaan yang campur aduk karenamu, tapi aku tetap sabar menunggu.
Menunggu kejadian terakhir apa yang kamu lakukan untukku.

Bolehkah aku mengeluh tentangmu?

Ya.
Aku bingung denganmu.

Kadang kamu datang bak pangeran berkuda putih seperti di dongeng-dongeng.
Kehadiranmu saat itu, selalu membuat jantungku berdetak lebih cepat seperti ingin loncat.
Aku sangat senang saat itu, ketika kamu memandangku lekat.
Aku sangat senang ketika kamu mengajakku berbicara dan bersenda gurau.
Aku sangat senang ketika kamu tiba-tiba mengajakku untuk beribadah bersama.
Aku juga sangat senang ketika kamu tiba-tiba duduk di sampingku, yang sontak membuatku kaget.
Walau kadang aku takut rasa gugup dalam hatiku akan bisa terbaca oleh matamu.
Tapi aku menyukai setiap alur kejadian yang kamu lakukan saat itu.

Lalu, ada saatnya kamu berubah menjadi orang yang 180 derajat berbeda dari yang aku sebutkan di atas.

Kadang kehadiranmu di mataku bak musuh yang ingin menerkamku perlahan.
Aku tahu, kamu menjaga dirimu dari lawan jenis mana pun.
Karena itu, kadang kamu berubah menjadi orang yang dingin terhadapku.
Kadang juga kamu membuat hatiku tergores karena mendengar kata-kata yang keluar dari mulut polosmu kepada mereka (lawan jenis) itu.
Aku juga sedih ketika mendengar bahwa banyak yang mengagumimu dan kamu terkesan menganggap hal itu biasa, seakan tak ada yang tersakiti karena hal itu.
Kadang aku juga sedikit kecewa ketika kamu sibuk dengan aktivitasmu yang bersebrangan denganku.
Kita terlalu berbeda untuk masalah itu.
Kamu yang melaksanakan, sedangkan aku yang mengawas.

Mungkin aku yang terlalu berlebihan dan egois karena menganggapmu labil.
Apalah dayaku yang hanya bisa mengagumimu tanpa bersuara.
Aku tak mau kita melanggar batasan yang sudah diatur oleh-Nya.
Aku hanya bisa menulis ini tanpa kamu tahu bahwa orang yang aku maksud di tulisan ini adalah kamu.

Ya, kamu.
Kita memang seiman.
Kita memang dekat, bahkan terlalu dekat dalam urusan jarak.
Tapi, kita mungkin jauh dalam urusan hati, ketika kamu memang tidak merasakan balik apa yang aku rasakan.

Aku hanya berharap, jika memang kamu yang ditakdirkan untukku, aku ingin kita dekat dengan cara yang DIA izinkan.
Namun, jika kamu bukan yang ditakdirkan untukku, aku berharap, rasa ini tidak bertahan lama di hatiku.

Untuk kamu...
Jika memang kamu ingin mengetuk pintu hatiku dan saat aku buka pintu itu, ku mohon jangan buat pintu itu tertutup rapat kembali.

Dari hatiku, untukmu.

25 Oktober 2015❤

 

Lala's Blog Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez