"Setiap kali ku tatap dirimu. Kau buatku sadar akan sesuatu. Kalau bayang diri ini tak pernah ada di kedua matamu." - Afgan, Jauh.
Kamu memang terasa jauh.
Bahkan sangat-sangat jauh.
Seperti yang ku bilang berkali-kali.
Bukan jarak yang membuat kita jauh.
Tapi ini tentang hati.
Tak banyak yang mungkin bisa aku ungkapkan.
Aku tak berhak menghakimi bahwa kamu bersalah atas apa yang aku rasakan.
Kamu baik, tapi karenamu, aku yang menjadi tidak baik.
Jika cinta memang membuat buta.
Ya, aku mulai merasakan itu.
Setelah aku jatuh cinta padamu.
Aku tidak melihat cela sedikitpun dari pribadimu.
Kamu selalu terlihat baik di mataku, walau sudah berkali-kali aku sakit karena acuhmu, sikapmu, ragamu.
Semua tentangmu.
Kamu seakan tidak bisa ku sentuh.
Kamu seakan terlalu jauh untukku.
Jika aku boleh meminta, aku ingin kamu terhapus dari pikiran dan hatiku.
Salahkah aku jika selalu mengeluh tentangmu di dalam setiap goresan di sini, di tulisan ini?
Hanya lewat tulisan ini, aku bisa mengungkapkan semua.
Walau kamu tak pernah tahu.
Maafkan aku yang terlalu berlebihan mempunyai perasaan terhadapmu.
Aku harap kita sama-sama bahagia dengan takdir kita.
Setidaknya aku ingin bersyukur kepadamu karena kamu telah banyak memberi kebaikan bagiku.
Dan jika kamu kelak menjadi jodohku, kamu pasti akan datang padaku tanpa aku mengejarmu.
Untuk saat ini, kamu masih terlalu jauh untukku.
Biarlah aku diam tanpa suara.
Aku ingin melepasmu dulu sampai jawaban dari-Nya datang di waktu yang tepat.
Dari hatiku, untukmu.
27 Oktober 2015








