Sabtu, 05 September 2015

Pertemuan

Diposting oleh Rahayu Ni'mal Maulaty di Sabtu, September 05, 2015

Aku tak tahu ini perasaan apa. Selama ini aku berharap untuk tidak mempunyai perasaan apapun terhadap seseorang jika memang belum waktunya. Aku berusaha menahan perasaan cinta yang ada dalam diriku untuk menjaga diriku sendiri. Tapi, perasaan cinta memang tidak bisa dipaksakan untuk datang atau pergi semau kita. Aku percaya, cinta datang dan pergi sendiri dengan izin-Nya. Aku hanya ingin memendam perasaan ini sampai waktunya tiba. Jika memang nanti dia adalah jodoh yang Allah takdirkan untukku.

Aku memang senang merasakan perasaan itu. Aku bahagia sejak pertama kali mengenalnya. Aku bahagia ternyata dia mempunyai iman yang sama denganku.

Kita berdua memang dipertemukan di tempat kita menuntut ilmu dunia, di kampus. Dimulai dengan keingintahuanku kepadanya yang berujung sapaan lewat sosial media karena saat itu aku mengetahui ternyata dia satu iman denganku. Dari situ juga, awal ketertarikanku dimulai.

Ketika pertama kali aku tahu bahwa kami satu kelas, perasaanku bercampur aduk. Pastinya, rasa bahagia yang paling dominan mengisi perasaanku.

Hari demi hari aku lewati. Banyak cerita tentangnya yang selalu mengisi memoriku. Ketika memang banyak orang lain yang berusaha merebut perhatiannya, aku hanya mencoba diam sambil menutupi perasaanku.
Kewibawaannya dan kesopanannya saat bersikap, mungkin menjadi alasan mengapa banyak lawan jenis yang tertarik kepadanya.

Aku hanya berusaha menutupi, karena aku tahu, bukan cara itu yang dia mau. Aku hanya cukup melihat, aku hanya ingin berdoa, jika memang dia yang ditakdirkan oleh-Nya untukku, dia pasti akan datang tanpa dikejar dan diminta.

Tapi....
Sebagai seorang perempuan, sebagai seseorang yang memiliki perasaan, perasaan cemburu kadang berkecamuk dalam hatiku. Ketika aku melihat dia mendekat kepada lawan jenis selainku, ataupun sebaliknya. Aku tahu, aku tidak pantas merasakan itu. Dia belum menjadi siapa-siapa untukku. Dia belum tentu menjadi jodohku.

Namun, apalah dayaku yang memang tidak bisa menolak perasaan yang sudah ada sedari awal bertemu. Selama ini, aku pun sudah berusaha untuk menjaga hatiku baik-baik. Ibu pun sudah menasihatiku.
Ketika memang nantinya dia benar jodohku, dia pasti akan benar-benar untukku. Tak perlu takut untuk kehilangannya.
Juga sebaliknya, jika memang dia bukanlah jodohku, itu artinya, dia bukan yang terbaik untukku dan Allah sudah mempersiapkan yang lebih baik darinya.

Sampai sekarang, aku selalu berusaha untuk menahan perasaan itu. Aku harus lebih pintar daripada hatiku sendiri. Aku selalu ingin mencari kesibukan yang tak ada hubungannya dengan dirinya. Tujuanku satu, aku ingin menahan perasaanku dulu, menahan rasa cemburu yang ada dalam diriku, dan mencegah hal-hal yang tidak aku inginkan.

Aku percaya, setiap pertemuan dan perpisahan, pasti ada hikmah dan cerita di dalamnya. Begitupun dengan pertemuanku denganmu.

Aku hanya berharap, kamu ataupun aku, mendapatkan yang terbaik dari-Nya.

Alhamdulillahi jaza kallahu khoiro sudah mau mengenalku dengan baik.

Lala.

0 komentar on " Pertemuan "

Posting Komentar

 

Lala's Blog Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez